Pemberian Insentif Jasa Pelabuhan Produk Ekspor Jadi Inovasi Baru di Bidang Transportasi

Mar 05, 2020
5 views
Pemberian Insentif Jasa Pelabuhan Produk Ekspor Jadi Inovasi Baru di Bidang Transportasi

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri ‘Penandatangan Nota Kesepakatan Pemberian Insentif Jasa Pelabuhan Produk Ekspor Dari Bali, untuk Peningkatan Aktivitas dan Efesiensi Logistik Angkutan Laut ‘ pada Jumat (28/2) pagi di Benoa Cruise Terminal, Area Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Dalam
arahannya, Gubernur Koster menyatakan kebijakan ini  merupakan suatu inovasi baru di bidang
transportasi dan menjadi suatu program pendukung infrastruktur darat, laut dan
udara yang tengah dibangun secara terintegrasi dan terkoneksi. “ Selama ini
manajemen yang dilakukan belum sepenuhnya terintegrasi, namun masih bersifat
parsial, berjalan sendiri-sendiri. Hal ini antara lain mengakibatkan
inefisiensi di dalam operasional transportasi,” tukas Gubernur koster.

Menurut pria
kelahiran Sembiran, kabupaten Buleleng ini, sejak lama transportasi kita
dominan melalui jalur darat, seperti kita lihat angkutan logistik dari Jawa
masuk ke Bali melalui jalur yang sangat rumit, banyak tikungan, naik turun plus
macet dimana-mana. “ Disamping itu, beban dari kendaraan berupa truk-truk besar
berakibat jalan di Bali jadi cepat rusak. Ditambah resiko ketidak-tertiban
dalam berkendara yang bisa menyebabkan kecelakaan,” tandasnya. “ Maka, Inovasi
kebijakan yang mengoptimalkan peran pelabuhan Benoa sebagai fasilitas
transportasi laut betul-betul pilihan yang sangat tepat,” imbuh Ketua PDi
Perjuangan Bali ini.

Disebutkannya
lagi, nantinya kebijakan ini bisa dikoordinasikan dengan Provinsi lain guna
melakukan langkah serupa karena kita harus memberikan pemahaman dan penyadaran
bahwa sinergi itu penting guna efisiensi dan efektifitas secara manajemen. “ Tidak
bisa lagi mengedepankan ego seperti yang selama ini banyak dipelihara, yang
jadi penyebab utama negara ini menjdi tidak efisien. Terlebih sesame perusahaan
milik negara. Sama-sama menjalankan misi untuk negara, untuk rakyat,” tegasnya.

Terkait perencanaan
di pelabuhan Benoa, menurut mantan anggota DPR RI tiga periode ini Pelabuhan
Benoa akan sangat mendukung kebutuhan akan ekspor produk dari Bali. Fungsi
pelabuhan Benoa  tersebut harus secara
sadar kita rancang sedemikian rupa. “ Pelabuhan Benoa sedang kita canangkan,
bersama bapak menteri BUMN,  dengan
desain yang terintegrasi seluruhnya. Harus aman, nyaman sebagai fasilitas
publik.Desain tersebut, akan menjadikan Benoa pelabuhan yang berkelas dunia.
Ini bagian dari upaya membangun infrastruktur darat, laut dan udara yang
terintegrasi sesuai visi kami Nangun Sat Kerthi Loka Bali  melalui program pembangunan  semesta berencana, menuju Bali era baru. Menurut
pandangan saya, sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia,
seharusnya Bali ini memiliki standar fasilitas berkelas dunia untuk mendukung
kepariwisataan, sector logistiknya juga sehingga Bali ini bisa betul-betul
berperan. Tidak lagi terlihat lalai dalam kualitas infrastrukturnya. Sekarang
saya gencar untuk (infrastruktur) itu, demi memberikan keamanan dan kenyamanan
untuk layanan publik hingga pelayanan pariwisatanya,” urainya.

Sebagai penutup,
Gubernur Koster menyatakan bahwa mimpi kita bersama, Bali punya kualitas dan
standar kelas dunia yang bisa bersaing dengan negara seperti Singapura. “Singapura
tidak lebih hebat, mestinya tidak kalah. Hanya soal komitmen saja, asal mau
pasti bisa. Maridukung penuh agar berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sementara
itu,  Direktur Operasi dan Komersial PT
Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Putut Sri Muljanto mengungkapkan
penandatangan ini merupakan kolaborasi apik antara Pelindo, Dinas Perhubungan
dan Kantor Bea Cukai  ini akan menunjang
lagi laju ekspor barang dari Bali menuju pasar luar negeri. “ Semua stakeholder
punya kepedulian yang sama untuk meningkatkan angka ekspor provinsi Bali.
Biarlah orang luar negeri banyak yang main ke Bali, namun sebaliknya produk
dari Bali yang ke luar negeri,” cetus Muljanto.

Dijelaskannya
lagi, Angkutan melalui laut selama ini belum banyak yang berminat, mengingat
harganya belum kompetitif. Insentif yang diberikan, membuat biaya angkut menjadi
berkurang hingga 30 persen sehingga penggunaan jasa angkutan laut seperti peti
kemas kita harapkan meningkat. Sebaliknya angkutan lewat jalur darat bisa
berkurang. “ Imbasnya bisa kepada menurunnya tingkat kepadatan di jalan darat,
meningkatkan kenyaman dan mengurangi resiko kerusakan jalan hingga terjadinya
kecelakaan,” katanya. “ Ini adalah bukti pelindo hadir untuk mendukung
pariwisata di Bali, juga untuk mendukung lancarnya arus angkutan melalui jalur
laut. Sesuai pencanangan Benoa sebagai Maritime Tourism Hub pemerintah pusat
dan Provinsi Bali,” tambah Muljanto, menegaskan.

Penandatangan
Nota kesepakatan dilaksanakan oleh Gubernur Bali bersama Direktur Operasi dan
Komersial PT Pelindo III, kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Kepala Dinas
Perhubungan Provinsi Bali serta disaksikan pula oleh Sekretaris Daerah Provinsi
Bali Dewa Made Indra.Seremoni juga dilanjutkan dengan pelepasan kapal angkut
peti kemas yang  ditandai penekanan
tombol sirine bersama oleh undangan VIP yang hadir.